Lompat ke konten
Solusi SejahteraAllianz Partner
Perencanaan

Berapa Uang Pertanggungan Jiwa yang Ideal untuk Keluarga Anda?

Angka 'sepuluh kali penghasilan' adalah titik awal yang berguna, tapi perhitungan berbasis kebutuhan memberi jawaban yang jauh lebih akurat.

6 menit bacaDipublikasikan 9 Mei 2026

Berapa uang pertanggungan asuransi jiwa yang ideal?

Uang pertanggungan jiwa yang ideal umumnya setara 5 sampai 10 kali penghasilan tahunan, atau dihitung dari kebutuhan nyata keluarga: biaya hidup selama masa pemulihan ekonomi, sisa utang dan cicilan, serta dana pendidikan anak sampai selesai kuliah.

Timbangan sederhana dengan rumah dan buku di satu sisi, keluarga di sisi lain, gaya garis tipis

Dua cara menghitung, satu untuk memeriksa yang lain

Metode pengali penghasilan cepat dan mudah: kalikan penghasilan tahunan Anda dengan 5 sampai 10. Seseorang dengan penghasilan Rp15 juta per bulan berarti membutuhkan uang pertanggungan sekitar Rp900 juta sampai Rp1,8 miliar.

Metode berbasis kebutuhan lebih lambat tetapi lebih akurat, karena menjumlahkan kewajiban nyata yang akan ditinggalkan. Gunakan metode pertama untuk perkiraan awal, lalu periksa dengan metode kedua.

Menghitung berbasis kebutuhan

  1. 1

    Hitung kebutuhan biaya hidup keluarga

    Ambil pengeluaran bulanan keluarga, kurangi pengeluaran pribadi Anda sendiri, lalu kalikan dengan jumlah bulan yang Anda ingin keluarga tetap tertopang. Banyak keluarga memakai patokan 5 sampai 10 tahun sampai pasangan mampu mandiri secara finansial.

  2. 2

    Tambahkan seluruh sisa utang

    Sisa KPR, cicilan kendaraan, pinjaman usaha, dan utang lain yang akan diwariskan. Tujuannya agar keluarga tidak perlu menjual rumah atau aset produktif hanya untuk melunasi kewajiban.

  3. 3

    Tambahkan dana pendidikan anak

    Perkirakan biaya sekolah sampai kuliah untuk setiap anak, dengan memperhitungkan kenaikan biaya pendidikan yang umumnya lebih tinggi dari inflasi umum.

  4. 4

    Tambahkan dana kebutuhan akhir

    Biaya pemakaman, pengurusan warisan, dan bila aset Anda besar, potensi kewajiban pajak yang perlu dibayar tunai.

  5. 5

    Kurangi aset likuid yang sudah ada

    Tabungan, deposito, dan uang pertanggungan dari polis lain yang sudah Anda miliki. Sisanya adalah kekurangan yang perlu ditutup polis baru.

Contoh perhitungan

Bapak A, 35 tahun, penghasilan Rp15 juta per bulan, istri dan dua anak usia 5 dan 8 tahun.

Contoh perhitungan
KomponenPerhitunganNilai
Biaya hidup keluarga 10 tahunRp9 juta/bulan × 120 bulanRp1.080.000.000
Sisa KPRRp350.000.000
Dana pendidikan 2 anak sampai S1Rp700.000.000
Dana kebutuhan akhirRp50.000.000
Total kebutuhanRp2.180.000.000
Dikurangi tabungan & polis lama(Rp300.000.000)
Uang pertanggungan yang dibutuhkanRp1.880.000.000

Contoh ilustratif. Angka aktual bergantung pada kondisi keuangan dan tujuan masing-masing keluarga.

Jangan lupa dua risiko lain

Uang pertanggungan jiwa hanya menjawab satu skenario: pencari nafkah meninggal dunia. Dua skenario lain justru lebih sering terjadi dan sama merusaknya secara finansial.

Pertama, sakit kritis — penghasilan berhenti tetapi biaya hidup dan pengobatan berjalan bersamaan. Kedua, cacat tetap total — penghasilan berhenti permanen sementara keluarga tetap harus dinafkahi. Keduanya ditutup lewat asuransi penyakit kritis dan rider TPD, bukan lewat uang pertanggungan jiwa.

Pertanyaan terkait

Berapa kali penghasilan sebaiknya uang pertanggungan jiwa?
Patokan umum adalah 5 sampai 10 kali penghasilan tahunan. Namun angka yang lebih akurat diperoleh dengan menjumlahkan kebutuhan nyata: biaya hidup keluarga selama masa transisi, sisa utang, dana pendidikan anak, dan dana kebutuhan akhir, lalu dikurangi aset likuid yang sudah ada.
Apakah ibu rumah tangga perlu asuransi jiwa?
Perlu dipertimbangkan. Meskipun tidak menghasilkan pendapatan langsung, peran pengasuhan dan pengelolaan rumah tangga memiliki nilai ekonomi yang harus digantikan bila terjadi risiko — misalnya biaya pengasuh anak atau asisten rumah tangga.
Apakah anak perlu asuransi jiwa?
Prioritas utama asuransi jiwa adalah pencari nafkah. Untuk anak, yang lebih relevan biasanya asuransi kesehatan dan penyakit kritis. Beberapa produk memang memungkinkan tertanggung anak, umumnya dengan batas uang pertanggungan tersendiri, misalnya maksimum Rp3 miliar untuk anak sampai usia 17 tahun pada Legacy Pro.

Informasi di halaman ini adalah ringkasan untuk tujuan edukasi dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan Allianz. Ketentuan yang mengikat adalah yang tercantum dalam polis, brosur resmi, dan RIPLAY. Manfaat, premi, serta penerimaan pengajuan bergantung pada hasil seleksi risiko (underwriting).

Produk Allianz yang relevan dengan artikel ini

  • Allianz Legacy Pro

    Asuransi jiwa tradisional dengan uang pertanggungan pasti, booster 50% di usia 75, dan pembebasan premi untuk 77 penyakit kritis.

  • TAPRO Allianz — Warisan Instan

    Manfaat uang pertanggungan jiwa: dana standby miliaran rupiah tercipta sejak hari pertama polis disetujui.

  • Allianz PASTI

    Asuransi tradisional yang membayar 100% santunan untuk 77 penyakit kritis, sampai 400% untuk meninggal, plus 100% di akhir kontrak.

  • Total Permanent Disability

    Rider santunan cacat tetap total, baik akibat penyakit maupun kecelakaan, dibayarkan sekaligus.

Baca juga

Konsultasi gratis

Belum yakin produk mana yang cocok?

Ceritakan kondisi keluarga dan anggaran Anda. Saya bantu susun perbandingan dan ilustrasi premi tanpa biaya, tanpa kewajiban membeli.

Sonny Arief Henderson

Founder Solusi Sejahtera

  • +62 857-7004-7677
  • Agen Allianz sejak 2007
  • Senin–Sabtu, 08.00–20.00 WIB
19+ tahun pengalaman100+ keluarga
Tanya Sonny gratisBalasan cepat · Senin–Sabtu, 08.00–20.00 WIB